Senin, 05 November 2012 - 14:58:35 WIB
Perlukah Golongan Darah Kita dicatat di buku kuning?
Diposting oleh : Hary Susanto
Kategori: Pengurus RT - Dibaca: 36185 kali

 Perlu tidak golongan darah kita dicatat di buku kuning? judul ini muncul dilatarbelakangi oleh kejadian sebagai berikut. Pada Senin, 15 Oktober 2012 saya sudah berkoordinir dengan Pak RT dan Pak Sarno Aji yang ternayat orang tuanya (Ayah) dari Bapak Sarno AJi sedang terbaring sakit di PKU Muhammadiyah Sruweng. Dengan berbagai pertimbangan telah sipekati untuk besuk bersama pada Selasa, 16 Oktober 2012. SMS gatewaypun disebar, sudah positif selasa sore jenguk bersama. Namun pada selasa pagi  saya mendapatkan sms dari Pak Sarno Aji untuk membatalkan acara besuk karena orang tuanya pada siang hari segera dipulangkan. Sehingga SMS pembatalanpun disebar.

Selasa malam kebetulan saya bertemu dengan Pak Sarno Aji dan menanyakan kondisi ayahnya? namun ternyata ayahnya belum bisa dipulangkan karena belum diijinkan oleh dokter. Mengetahui hal ini saya langsung koordinasi dengan Pak RT yang pada hari Rabu,  17 Oktober 2012 bersama dengan Pak Daru selaku Bidang sosial langsung ke TPK dan memang menjumpai kondisi ayahanda dari Bapak Sarno Aji yang terbaring lemah di atas pembaringan RS PKU Muhammadiyah Sruweng. Hari itu juga menurut Pak Sarno Aji merencanakan untuk memulangkan ayahandanya. Kamipun bergegas pamit pulang kembali ke Gading Permai. Dan mohon maaf terpaksa pengurus tidak mengajak warga semua. Karena kondisi yang demikian.

Sepulang dari PKU pada malam harinya sekitar pukul 9.30 saya menerima sms yang intinya Bapak Sarno Aji mencari pertolongan darah dengan jenis golongan darah O. Mambaca sms tersebut saya sendiri juga bingun saya dan istri bergolongan darah B. Lalu yang O siapa ? Saya coba keluar mencari tetangga di luar, siapa tahu masih ada yang di luar. Namun ternyata sepi-sepi saja. Dari pada diam saja saya pun sm s dengan HP tidak pakai sms gteway untukmenyebarkan informasi membutuhkan darah O. Tidak lama kemudian sms balasanpun bermunculan sehingga kami (Pak Daru, Hary, Tantowi, Hutahaean) keluar dan bertemu di gardu ronda. Kemudian berbincang-bincang dan saling bertukar informasi golongan darae sampean opo pak?

Dari kejadian inilah muncul ide, alangkah baiknya kita sesama warga gading mengetahui golongan darah kita dan tetangga kita. Dikandung maksud apabila ada warga gading yang membutuhkan tranfusi darah kita bisa saling membantu, tidak hanya mau menerima tetapi diharapkan juga harus mau memberi kapanpun waktunya. hal ini merupakan penerapan dari Motto Gading Permai yaitu TETANGGA ADALAH SAUDARA TERDEKAT.

Melalui web ini mari kita data golongan darah kita apa?

Rencana Desember ini saya terbitkan lagi buku kuning yang baru edisi ke-6 yang dalamnya tercatat goldar kita apa? bagamana?



0 Komentar :