Posisi Unggul Agregat, PSG Justru Kesal Jelang Duel Penentuan vs LiverpoolParis Saint-Germain seharusnya bisa bernapas lega. Mereka akan bertandang ke Anfield dengan keunggulan agregat 2-0 atas Liverpool pada leg kedua perempat final Liga Champions, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB . Namun di balik hasil tersebut, tersimpan rasa tidak puas yang justru mengganggu ketenangan skuad asuhan Luis Enrique. Performa dominan di leg pertama meninggalkan penyesalan karena gagal mencetak lebih banyak gol .

Situasi ini membuat duel di Anfield tetap terbuka. Liverpool masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan, terutama dengan dukungan publik kandang yang terkenal mengerikan. PSG pun sadar bahwa keunggulan dua gol belum cukup aman, terutama ketika harus bermain di kandang lawan yang haus akan keajaiban Eropa lainnya .

Dominasi yang Tak Sepenuhnya Terbayar di Parc des Princes

Jalannya Pertandingan Leg Pertama

PSG tampil dominan saat menjamu Liverpool di Parc des Princes pada 8 April 2026. Gol pembuka datang cepat melalui Désiré Doué pada menit ke-11 setelah tembakannya berbelok arah dan mengecoh kiper Liverpool . Sejak saat itu, pertandingan berjalan satu arah. Les Parisiens terus menekan dan akhirnya Khvicha Kvaratskhelia menggandakan keunggulan pada menit ke-65 lewat aksi individu yang spektakuler .

Namun meski unggul dua gol, PSG sebenarnya memiliki banyak peluang untuk memperbesar skor. Mereka slot88 mencatatkan 22 tembakan, dengan enam di antaranya tepat sasaran . Statistik ini menunjukkan betapa dominannya permainan PSG di kandang sendiri. Sayangnya, kegagalan memaksimalkan peluang membuat skor tetap 2-0 hingga peluit panjang berbunyi.

Frustrasi yang Muncul dari Dalam Tim

Alih-alih merasa puas, kubu PSG justru diliputi rasa frustrasi. Mereka sadar bahwa peluang emas untuk mengubur harapan Liverpool telah terbuang sia-sia. Warren Zaïre-Emery, gelandang muda PSG, mengakui perasaan campur aduk ini.

“Kami puas dengan kemenangan ini, tetapi saya akan mengatakan ada sedikit rasa frustrasi karena kami memiliki peluang-peluang jelas yang seharusnya bisa kami manfaatkan,” ujar Zaïre-Emery .

Achraf Hakimi juga mengungkapkan hal serupa. Bek sayap asal Maroko itu menilai bahwa PSG seharusnya bisa menutup laga lebih awal.

“Saya pikir kami memiliki peluang matang untuk mencetak lebih banyak gol. Kami membiarkan Liverpool tetap dalam permainan untuk leg kedua,” kata Hakimi .

Ancaman Anfield: Mimpi Buruk yang Mengintai

Rekor Kandang Liverpool yang Mengerikan

Keunggulan dua gol dinilai belum cukup aman, terutama dengan leg kedua yang akan digelar di Anfield. Stadion ini terkenal sebagai “kandang yang angker” bagi tim-tim tamu, terutama pada malam-malam Eropa. Liverpool memiliki sejarah panjang comeback dramatis di kandang sendiri, termasuk saat membalikkan defisit 3-0 melawan Barcelona di semifinal Liga Champions 2019 .

Atmosfer Anfield menjadi faktor pembeda yang nyata. Dukungan penuh dari para suporter bisa menjadi katalis kebangkitan tim asuhan Arne Slot. PSG pun menyadari tantangan yang menanti akan jauh lebih berat dibandingkan leg pertama.

Pengakuan dari Kubu PSG

Warren Zaïre-Emery mengakui bahwa laga di Anfield akan menjadi ujian sesungguhnya bagi timnya. Ia slot gacor 777 menegaskan bahwa PSG tidak akan mengubah pendekatan mereka meski harus bermain di kandang lawan.

“Kami tahu akan sulit di Anfield. Kami memenangkan pertarungan pertama, tetapi akan ada yang kedua yang sangat sulit. Kami akan pergi ke sana dengan niat untuk bermain tinggi di lapangan mereka dan menerapkan pressing kami,” tegas Zaïre-Emery .

Luis Enrique juga angkat bicara mengenai tantangan ini. Pelatih asal Spanyol itu memiliki pengalaman bermain dan melatih di Anfield, sehingga ia tahu betul apa yang akan dihadapi timnya.

“Saya kira tidak ada selisih jarak yang terlalu besar antara kedua tim. Kami yakin dengan apa yang bisa kami lakukan. Kami tahu akan sangat sulit bermain di Anfield, saya sudah mengalaminya sebagai pemain dan pelatih. Ini akan menjadi pertandingan yang rumit, tetapi mentalitas kami selalu sama, tidak peduli stadion atau tim yang dihadapi,” ujar Enrique .

Keuntungan Tersembunyi di Kubu PSG

Waktu Istirahat Lebih Panjang

PSG memiliki satu keuntungan signifikan menjelang laga penentuan ini. Permintaan mereka untuk menunda pertandingan liga akhir pekan lalu dikabulkan oleh federasi sepak bola Prancis . Akibatnya, para pemain PSG mendapatkan waktu istirahat penuh untuk mempersiapkan diri.

Situasi ini sangat berbeda dengan Liverpool yang baru saja bermain melawan Fulham pada Sabtu (11/4/2026) . Kondisi fisik yang lebih segar bisa menjadi faktor penentu di menit-menit akhir pertandingan, terutama jika laga berjalan sengit dan membutuhkan energi ekstra.

Kembalinya Bradley Barcola

Kabar baik lainnya datang dari kubu PSG. Bradley Barcola, pemain sayap asal Prancis, telah kembali ke dalam skuad setelah absen hampir satu bulan akibat cedera ligamen pergelangan kaki . Ia mengalami cedera saat laga melawan Chelsea pada 17 Maret lalu dan baru kembali berlatih pekan kemarin.